Budidaya ikan gurame merupakan salah satu sektor ekonomi utama masyarakat Desa Wargakerta, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh stabilitas kualitas air kolam, khususnya parameter pH, suhu, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO), dan tingkat kekeruhan.
Selama ini proses pemantauan masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan respons terhadap perubahan kualitas air, yang berdampak pada meningkatnya tingkat kematian ikan hingga lebih dari 25% pada musim kemarau.
Artikel ini membahas implementasi Sistem Prediksi dan Rekomendasi Monitoring Kualitas Air berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) sebagai solusi inovatif, adaptif, dan humanis. Sistem mengintegrasikan sensor pH, suhu (DS18B20), DO, dan TDS yang terhubung melalui NodeMCU ESP8266 ke Antares IoT Platform (Telkom Cloud).
Data dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk menghasilkan prediksi kondisi air dan rekomendasi otomatis berbasis prinsip SafeAI. Implementasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat desa sejak tahap perancangan hingga evaluasi.
Program ini berkontribusi terhadap SDGs 2, 8, 9, dan 14 serta menjadi model awal Smart Aquaculture Village berbasis teknologi berkelanjutan.
Desa Wargakerta, Kecamatan Sukarame, merupakan salah satu daerah dengan potensi besar dalam budidaya ikan air tawar, terutama ikan gurame. Aktivitas pembenihan dan pemeliharaan indukan gurame menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Keberhasilan budidaya ikan sangat bergantung pada kondisi kualitas air yang digunakan. Parameter seperti pH, suhu, kadar oksigen terlarut (DO), dan tingkat kekeruhan memiliki pengaruh langsung terhadap kesehatan bibit maupun produktivitas ikan.
Sumber mencatat bahwa kualitas air meliputi parameter fisika dan kimia seperti suhu, pH, oksigen terlarut, dan kekeruhan merupakan aspek krusial dalam keberhasilan budidaya ikan air tawar di wilayah yang mencakup Kecamatan Sukarame (Jurnal Pengelolaan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Jppik.id, 2024).
Dengan kemajuan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT), sistem monitoring kualitas air dapat dikembangkan menjadi lebih cerdas dan responsif. Melalui penggunaan sensor pH, suhu, oksigen terlarut, dan kekeruhan, data dapat dikumpulkan secara real-time, lalu dianalisis menggunakan kecerdasan buatan untuk memprediksi serta memberikan rekomendasi kondisi optimal bagi pertumbuhan ikan gurame.
"Dari 100 pembudidaya ikan, 70% mengalami kerugian akibat kualitas air yang tidak terpantau dengan baik."
- Survei Tim Innovillage 2026
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh para pembudidaya ikan gurame di Desa Wargakerta, Kecamatan Sukarame, maka diusulkan pengembangan Sistem Prediksi dan Rekomendasi pada Monitoring Kualitas Air Budidaya Bibit dan Indukan Ikan Gurame Berbasis AIoT (Artificial Intelligence of Things). Sistem ini berfungsi untuk memantau kualitas air secara real-time, memberikan peringatan dini, serta menghasilkan rekomendasi otomatis untuk menjaga kondisi kolam tetap ideal bagi pertumbuhan ikan gurame.
Inovasi ini menggabungkan dua teknologi utama, yaitu Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), untuk menghasilkan sistem yang cerdas, adaptif, dan berkelanjutan.
Memantau tingkat keasaman air
Mendeteksi perubahan temperatur yang berpengaruh terhadap metabolisme ikan
Memastikan kadar oksigen mencukupi bagi kelangsungan hidup ikan
Mengukur tingkat kebersihan air kolam
Data dari semua sensor akan dikirim secara nirkabel menggunakan modul NodeMCU ESP8266 yang terhubung dengan Antares IoT Platform (Telkom Cloud). Data kemudian disimpan dan diolah dalam server cloud untuk ditampilkan pada dashboard digital berbasis web dan mobile.
Dashboard menampilkan grafik perubahan kualitas air secara waktu nyata dan dilengkapi dengan sistem notifikasi otomatis apabila salah satu parameter berada di luar batas aman.
Sistem dilengkapi algoritma machine learning yang mampu:
Diterapkan untuk memastikan bahwa setiap rekomendasi yang diberikan sistem bersifat aman, etis, dan mudah dipahami oleh pengguna. Dengan pendekatan ini, sistem bukan hanya alat pemantau, tetapi juga asisten digital cerdas bagi pembudidaya.
Dalam satu sistem untuk sektor perikanan desa
Otomatis, bukan hanya pemantauan pasif
Akses web & mobile dengan antarmuka sederhana
Antares IoT & Telkomsel Connectivity (CSV)
Model Smart Aquaculture Village
Program ini berkontribusi langsung terhadap empat tujuan Sustainable Development Goals (SDGs):
Meningkatkan hasil produksi pangan dari sektor perikanan air tawar
Menciptakan peluang ekonomi baru di pedesaan
Memperkenalkan teknologi industri 4.0 ke sektor perikanan rakyat
Menjaga kelestarian sumber daya air melalui teknologi ramah lingkungan
Dengan pendekatan yang terukur, adaptif, dan berbasis teknologi, inovasi ini diharapkan menjadi solusi tepat guna yang mendukung transformasi digital sektor perikanan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dewanto Rosian Adhy, M.T.
Pembimbing Tim Innovillage
Kelompok Budidaya Gurame
Lokasi: Kp cikembang no 30 rt 01 rw 01 desa wargakerta kecamatan sukarame kabupaten tasikmalaya
Meisya Shafa Maulidia Herdiman
UI/UX and Frontend Developer
Asep Suhendar
Data Analyst & IoT Backend Developer
Yudin Wahyudinoor
AI Specialist"Bersama membangun inovasi untuk ketahanan pangan melalui teknologi smart aquaculture."
- Tim Innovillage 2026