Tentang Project

01

Kata Pengantar

Budidaya ikan gurame merupakan salah satu sektor ekonomi utama masyarakat Desa Wargakerta, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh stabilitas kualitas air kolam, khususnya parameter pH, suhu, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO), dan tingkat kekeruhan.

Selama ini proses pemantauan masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan respons terhadap perubahan kualitas air, yang berdampak pada meningkatnya tingkat kematian ikan hingga lebih dari 25% pada musim kemarau.

Artikel ini membahas implementasi Sistem Prediksi dan Rekomendasi Monitoring Kualitas Air berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) sebagai solusi inovatif, adaptif, dan humanis. Sistem mengintegrasikan sensor pH, suhu (DS18B20), DO, dan TDS yang terhubung melalui NodeMCU ESP8266 ke Antares IoT Platform (Telkom Cloud).

Data dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk menghasilkan prediksi kondisi air dan rekomendasi otomatis berbasis prinsip SafeAI. Implementasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat desa sejak tahap perancangan hingga evaluasi.

Hasil Implementasi:
  • Peningkatan efisiensi pemantauan
  • Penurunan risiko kematian ikan
  • Peningkatan literasi digital masyarakat
  • Terbentuknya Digital Talent Pool Desa

Program ini berkontribusi terhadap SDGs 2, 8, 9, dan 14 serta menjadi model awal Smart Aquaculture Village berbasis teknologi berkelanjutan.

Pengantar
02

Latar Belakang Masalah

Lokasi & Potensi

Desa Wargakerta, Kecamatan Sukarame, merupakan salah satu daerah dengan potensi besar dalam budidaya ikan air tawar, terutama ikan gurame. Aktivitas pembenihan dan pemeliharaan indukan gurame menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Tantangan Utama

Keberhasilan budidaya ikan sangat bergantung pada kondisi kualitas air yang digunakan. Parameter seperti pH, suhu, kadar oksigen terlarut (DO), dan tingkat kekeruhan memiliki pengaruh langsung terhadap kesehatan bibit maupun produktivitas ikan.

Rujukan Ilmiah

Sumber mencatat bahwa kualitas air meliputi parameter fisika dan kimia seperti suhu, pH, oksigen terlarut, dan kekeruhan merupakan aspek krusial dalam keberhasilan budidaya ikan air tawar di wilayah yang mencakup Kecamatan Sukarame (Jurnal Pengelolaan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Jppik.id, 2024).

Solusi Teknologi

Dengan kemajuan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT), sistem monitoring kualitas air dapat dikembangkan menjadi lebih cerdas dan responsif. Melalui penggunaan sensor pH, suhu, oksigen terlarut, dan kekeruhan, data dapat dikumpulkan secara real-time, lalu dianalisis menggunakan kecerdasan buatan untuk memprediksi serta memberikan rekomendasi kondisi optimal bagi pertumbuhan ikan gurame.

"Dari 100 pembudidaya ikan, 70% mengalami kerugian akibat kualitas air yang tidak terpantau dengan baik."

- Survei Tim Innovillage 2026
Masalah
03

Solusi yang Diberikan

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh para pembudidaya ikan gurame di Desa Wargakerta, Kecamatan Sukarame, maka diusulkan pengembangan Sistem Prediksi dan Rekomendasi pada Monitoring Kualitas Air Budidaya Bibit dan Indukan Ikan Gurame Berbasis AIoT (Artificial Intelligence of Things). Sistem ini berfungsi untuk memantau kualitas air secara real-time, memberikan peringatan dini, serta menghasilkan rekomendasi otomatis untuk menjaga kondisi kolam tetap ideal bagi pertumbuhan ikan gurame.

1
Konsep Solusi

Inovasi ini menggabungkan dua teknologi utama, yaitu Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), untuk menghasilkan sistem yang cerdas, adaptif, dan berkelanjutan.

Sensor pH

Memantau tingkat keasaman air

Sensor Suhu (DS18B20)

Mendeteksi perubahan temperatur yang berpengaruh terhadap metabolisme ikan

Sensor Oksigen Terlarut (DO)

Memastikan kadar oksigen mencukupi bagi kelangsungan hidup ikan

Sensor Kekeruhan (TDS Meter)

Mengukur tingkat kebersihan air kolam

NodeMCU ESP8266 Modul pengirim data nirkabel
Antares IoT Platform Telkom Cloud

Data dari semua sensor akan dikirim secara nirkabel menggunakan modul NodeMCU ESP8266 yang terhubung dengan Antares IoT Platform (Telkom Cloud). Data kemudian disimpan dan diolah dalam server cloud untuk ditampilkan pada dashboard digital berbasis web dan mobile.

Dashboard menampilkan grafik perubahan kualitas air secara waktu nyata dan dilengkapi dengan sistem notifikasi otomatis apabila salah satu parameter berada di luar batas aman.

2
Integrasi Kecerdasan Buatan (AI)

Sistem dilengkapi algoritma machine learning yang mampu:

Menganalisis tren perubahan kualitas air berdasarkan data historis
Memprediksi kondisi air ke depan (misalnya 6–12 jam berikutnya)
Memberikan rekomendasi otomatis bagi pembudidaya penambahan aerasi, penggantian air, atau penyesuaian pH
Mengirim peringatan dini melalui aplikasi atau SMS ketika kondisi air berpotensi membahayakan ikan
Fitur SafeAI

Diterapkan untuk memastikan bahwa setiap rekomendasi yang diberikan sistem bersifat aman, etis, dan mudah dipahami oleh pengguna. Dengan pendekatan ini, sistem bukan hanya alat pemantau, tetapi juga asisten digital cerdas bagi pembudidaya.

3
Manfaat Teknis dan Sosial
Manfaat Teknis
  • Mengetahui kondisi air secara cepat dan akurat tanpa perlu pengukuran manual
  • Mengambil keputusan berbasis data, bukan hanya pengalaman
  • Menghemat waktu, tenaga, dan biaya operasional
  • Menekan tingkat kematian ikan hingga di bawah 10%
Manfaat Sosial
  • Peningkatan literasi digital masyarakat desa
  • Membentuk Digital Talent Pool Desa
  • Meningkatkan semangat inovasi generasi muda perikanan
4
Inovasi dan Nilai Tambah
Integrasi AI & IoT

Dalam satu sistem untuk sektor perikanan desa

Prediksi & Rekomendasi

Otomatis, bukan hanya pemantauan pasif

Multiplatform

Akses web & mobile dengan antarmuka sederhana

Ekosistem Telkom

Antares IoT & Telkomsel Connectivity (CSV)

Replikasi

Model Smart Aquaculture Village

5
Dampak dan Relevansi terhadap SDGs

Program ini berkontribusi langsung terhadap empat tujuan Sustainable Development Goals (SDGs):

2
Zero Hunger

Meningkatkan hasil produksi pangan dari sektor perikanan air tawar

8
Decent Work and Economic Growth

Menciptakan peluang ekonomi baru di pedesaan

9
Industry, Innovation, and Infrastructure

Memperkenalkan teknologi industri 4.0 ke sektor perikanan rakyat

14
Life Below Water

Menjaga kelestarian sumber daya air melalui teknologi ramah lingkungan

Dengan pendekatan yang terukur, adaptif, dan berbasis teknologi, inovasi ini diharapkan menjadi solusi tepat guna yang mendukung transformasi digital sektor perikanan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Solusi

Manfaat untuk Pembudidaya

  • Monitoring kualitas air secara real-time melalui smartphone.
  • Mengurangi risiko kematian ikan hingga 80%.
  • Meningkatkan produktivitas budidaya hingga 2x lipat.
  • Menghemat waktu pengecekan kolam (otomatis 24/7).
  • Membantu pengambilan keputusan berbasis data.
  • Notifikasi dini jika terjadi masalah kualitas air.

Tim Pengembang & Mitra Implementasi

Dosen Pembimbing Dewanto Rosian Adhy
DOSEN PEMBIMBING

Dewanto Rosian Adhy, M.T.

Pembimbing Tim Innovillage
Mitra Kelompok Budidaya Gurame
MITRA IMPLEMENTASI

Kelompok Budidaya Gurame

Lokasi: Kp cikembang no 30 rt 01 rw 01 desa wargakerta kecamatan sukarame kabupaten tasikmalaya
20+ Anggota Aktif 2026
Tim Pengembang Sosial Project
UI/UX Designer Meisya
ANGGOTA TIM

Meisya Shafa Maulidia Herdiman

UI/UX and Frontend Developer
Ketua Tim Asep
KETUA TIM

Asep Suhendar

Data Analyst & IoT Backend Developer
AI Specialist Yudin
ANGGOTA TIM

Yudin Wahyudinoor

AI Specialist

3+

Anggota Tim Aktif

1

Dosen Pembimbing

1

Mitra Implementasi

"Bersama membangun inovasi untuk ketahanan pangan melalui teknologi smart aquaculture."

- Tim Innovillage 2026